Memaknai Hari Kebangkitan Nasional Dengan Perubahan Kecil


Tidak terasa sudah  sejak peristiwa peringatan 100 tahun Kebangkitan Bangsa Indonesia, terlepas dari berbagai pro dan kontra yang terjadi. Hampir tiap tahun kita merayakan dan membanggakan moment kebangkitan nasional ini, tapi kok ya bangsa kita ngga bangkit-bangkit dari keterpurukannya.

Berbagai alasan meluncur dari kita. Menyalahkan pemerintah, menyalahkan orang lain, menyalahkan lingkungan, menyalahkan krisis global, dll. Tapi tidak pernah ada yang MENYALAHKAN DIRI SENDIRI. Ego kita terlalu tinggi untuk mau instrospeksi diri. Padahal kebangkitan suatu bangsa benar-benar bisa terlaksana manakala setiap elemen sama-sama berkomitmen untuk bangkit dan maju, termasuk masing-masing individu bangsa ini sesuai tanggung jawab masing-masing.

Dalam kesempatan kali ini saya ingin menyoroti beberapa aspek yang mungkin bisa kita benahi dalam diri masing-masing (termasuk saya pribadi juga) untuk sama-sama bangkit dan memajukan bangsa ini. Kalau bukan kita, siapa lagi.

1. MORAL dan AGAMA

Bangsa ini sebenarnya ngga kekurangan orang pintar, banyak. Mulai dari pakar ekonomi, pakar politik, pakar pemerintahan, pakar hukum, dan pakar-pakar lainnya. Yang kurang adalah MORAL. Lihat saja kondisi yang ada. Korupsi, kolusi, nepotisme,  dan sejuta perilaku tidak beradab yang merasuki diri kita masing-masing, menghitamkan kesucian dan ketulusan hati. Norma-norma yang ada seakan sudah tidak mampu lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Saya masih ingat ketika masih SD dulu, ada pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila). Didukung dengan guru-guru teladan yang bertanggung jawab, tidak sekedar mengajar namun juga mendidik, pelajaran tersebut tidak hanya menjadi pelengkap kurikulum. Ditambah lagi dengan pendidikan agama yang juga memiliki porsi cukup memberikan satu resapan di jiwa sebagai fondasi awal dalam menapaki hidup.

Namun coba kita amati kurikulum pendidikan sekarang. Penekanan materi hanya di bidang-bidang yang sifatnya akademis dan keprofesian. Sedangkan pendidikan moral dan agama hanya menjadi pelengkap kurikulum. Maka tidak heran banyak lahir orang pintar, namun tidak bermoral. Oleh karena itu, kita bisa mencoba memperbaikinya mulai saat ini.

Kalau Anda biasa bergelimang dengan kegiatan amoral, cobalah untuk berubah. Mumpung jalan tobat masih belum tertutup. Junjung tinggi semua norma yang pernah Anda kenal. Makin Anda mengacuhkan sisi kebaikan dalam diri, makin gelap hati Anda. Lagi pula hidup di jalan yang benar bisa membawa ketenangan tersendiri.

2. N A S I O N A L I S M E

Ngga lengkap sekali rasanya tanpa membicarakan nasionalisme. Satu hal yang sudah banyak hilang dari generasi muda kita. Tak bisa disalahkan sepenuhnya karena faktor-faktor pendukungnya juga banyak hilang.  Sekolah-sekolah tak lagi memasukkan mata pelajaran lagu wajib yang bertemakan kebangsaan dan perjuangan di dalam kurikulumnya. Padahal ketika saya masih SD, hal tersebut bisa masuk demikian dalamnya dan sungguh memberi spirits dalam bertindak.

Pun demikian dengan tradisi upacara bendera. Ada satu kebanggaan manakala saya bisa masuk dalam kumpulan petugas upacara. Semua posisi pernah saya lakoni, mulai dari posisi dirigen, pasukan pengibar bendera, hingga pemimpin upacara. Semua itu cukup memupuk rasa memiliki dan bangga akan bangsa Indonesia. Nah, sekarang? Coba tanya deh sama anak-anak SD / SMP / SMA sekarang. Lagu Indonesia Raya saja banyak yang tidak hafal, atau jangan-jangan Pancasila juga ngga hafal. Perlu pembenahan sistem pemupukan rasa nasionalisme.

Jujur, kadang saya suka sedikit menitikkan air mata kalau lagu-lagu nasional seperti : Syukur, Padamu Negeri, Indonesia Pusaka, dll dinyanyikan. Begitu megah dan diseganinya Bangsa Indonesia dulu kala ketika Jaman Perdjoeangan, kini perlahan pudarlah kharisma tersebut gara-gara penerusnya. Kondisi bangsa sekarang kayanya parah banget. Makin menurun ditengah derasnya arus yang mengikis nasionalisme.

3. KEBANGKITAN DAN PERUBAHAN SEPERTI APA YANG AKAN ANDA LAKUKAN?

No terakhir sengaja saya tuliskan berupa pertanyaan. Sekalian menjadi penutup dari tulisan yang sudah sangat panjang ini dan melelahkan mata Anda yang membacanya.

Rekan-rekan, mari kita berkomitmen untuk berubah dan bangkit menjadi lebih baik lagi. Jangan sampai peringatan Hari Kebangkitan Nasional terus berulang setiap tahunnya tanpa ada sesuatu yang berarti terjadi. Pelan tapi pasti, saya yakin bangsa kita bisa lebih baik lagi, kebangkitan dan perubahan seperti apa yang akan Anda lakukan? Dan kita lihat hasilnya beberapa waktu mendatang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s